Ada yang terasa aneh saat saya gowess pagi ini. Suasana mulai dari Jalan Veteran hingga Tanah Kusir bisa dibilang sepi, tak seperti biasanya. Kenapa ya ? Perasaan penasaran menemani gowess saya pagi ini.
Sedikit demi sedikit, misteri sepinya jalanan mulai terkuak setelah saya melewati beberapa sekolah. Sekolah-sekolah itu terlihat sepi tanpa murid-murid yang biasanya sudah meramaikan suasana sekolah. Oh, jadi ini toh penyebab sepinya jalanan. Anak-anak sekolah sudah libur dalam rangka menyambut lebaran. Hmm... Sebenarnya ada tebakan saya ke arah itu. Saya yakin bahwa hari ini anak-anak sekolah mulai libur, namun untuk mendukung keyakinan itu saya perlu bukti. Sekolah-sekolah yang sepi itu akhirnya menjadi bukti dari keyakinan saya sendiri. Sepinya jalanan juga pernah terjadi saat anak-anak sekolah libur dalam rangka kenaikan kelas.
Mungkinkah anak-anak sekolah yang masuk sekolah pagi hari menjadi salah satu penyebab kemacetan di jalanan yang saya lalui dengan sepeda ? Rute bersepeda saya adalah Bintaro – Purnawarman melalui Tanah Kusir. Kemacetan yang saya jumpai biasanya berawal di Jalan Veteran. Dengan tidak adanya anak-anak bersekolah, kawasan Veteran-Tanah Kusir menjadi cukup sepi untuk bersepeda. Memang, sepertinya anak-anak yang bersekolah di pagi hari yang menyebabkan kemacetan ini.
Kenapa saya berkesimpulan demikian ? Ini hipotesisnya :
- Jumlah pengguna jalan pada pagi hari, yang mayoritas terdiri dari orang yang berangkat kerja, besar. Jumlah pengguna jalan ini akan menjadi lebih besar apabila ditambah oleh jumlah anak-anak yang bersekolah pagi. Banyaknya pengguna jalan tidak sebanding dengan jalan itu sendiri.
- Biasanya anak sekolah itu diantar oleh orang tuanya. Mungkin apabila anaknya tidak bersekolah pagi, sang orang tua bisa berangkat ke tempat kerja agak siang. Namun, karena harus mengantar anaknya berangkat sekolah, maka ia pun harus berangkat pagi. Tanpa disadari, hal ini mengakibatkan penambahan jumlah pengguna jalan pada pagi hari.
- Orang-orang kaya dan mampu malahan menetapkan prinsip one child, one car. Nah, ini yang paling parah. Apabila anaknya ada tiga, maka dalam keluarga itu bisa saja mempunyai empat mobil. Tiga untuk mengantar anak-anaknya dan satu untuk istrinya. Kita tentu bisa memperkirakan apabila semua mobil dalam keluarga itu berangkat bersamaan di pagi hari. Itu baru satu keluarga, gimana kalau ada puluhan keluarga yang demikian ?
- Kalau sekiranya waktu berangkat sekolah sudah mepet, biasanya murid-murid sekolah memilih naik ojek. Kita tahu bahwa ojek itu hanya bisa membawa satu penumpang. Keadaan tentunya akan bertambah dahsyat apabila pada setiap pagi ada ratusan anak sekolah yang bangun terlambat dan memutuskan ojek sebagai kendaraannya.
Dari pemikiran tentang penyebab kemacetan yang dimungkinkan oleh keberangkatan anak-anak sekolah, saya hanya bisa mengelus dada dan memikirkan beberapa solusi yang ada di kepala saya. Mulai dari adanya sebuah lokasi khusus sekolahan, setiap sekolah harus berasrama, pemunduran jam masuk dan jam pulang sekolah, pengurangan hari untuk bersekolah, dll. Semoga saja pemikiran saya tentang keberangkatan anak-anak sekolah pada pagi hari kurang tepat, karena bagaimanapun juga mereka adalah penerus bangsa ini. Gimana pendapat Teman ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar