Jumat, 14 Agustus 2009

Sudirman - Nyi Ageng Serang

Satyaku kudarmakan

Darmaku kubaktikan

Tepat hari ini 14 Agustus, 48 tahun yang silam, diadakan pelantikan Mapinas, Kwarnas, Kwarnari, dan pengenalan Tanda Kehormatan dan Panji-panji Pramuka. Sejak saat itulah, setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari lahir Gerakan Pramuka di Indonesia. Di dunia internasional, gerakan Pramuka atau jika menggunakan istilah mereka scout, sudah lahir jauh sebelum kemunculan Gerakan Pramuka di Indonesia.

Semuanya dimulai ketika seseorang bernama R. Baden Powell, membukukan ceritanya saat dikepung oleh suku primitif di belantara Afrika dan dia bisa lolos dari kepungan itu. Sejak itu, beliau mempunyai keinginan untuk mengajari anak-anak agar bisa survive dalam kondisi apapun. Idenya menyebar ke seluruh dunia,dan singkat kata dia pun diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia.Baden Powell diberi gelar Lord oleh Kerajaan Inggris karena pencapaiannya saat itu. Nama lengkapnya setelah mendapat gelar itu menjadi Lord Robert Baden Powell of Gilwell (sepengetahuan saya).

Semangat Pramuka yang sudah berumur hampir setengah abad ini tak pernah lekang oleh waktu. Kemungkinan karena banyak hal positif yang bisa diambil oleh peserta didik. Namun demikian, meski tak lekang oleh waktu, kepramukaan di Indonesia pun tak lepas dari ATHG (istilah yang saya dapatkan saat belajar PPKn di SMP). Banyak sudah isu-isu yang isinya menjelekkan kegiatan Pramuka sehingga banyak orang tua masa kini yang tidak memperbolehkan anaknya mengikuti kepramukaan. Padahal, dengan kepramukaan peserta didik diberi keterampilan yang nantinya berguna bagi kehidupannya. Pada saat saya bersekolah di SMP, pihak sekolah mewajibkan setiap siswa untuk ikut kegiatan Pramuka. Dari situ saya mendapatkan berbagai macam keterampilan yang berguna bagi kehidupan saya pada masa-masa setelah SMP hingga sekarang.

Memang, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Banyak juga kejadian-kejadian yang mencoreng nama baik Gerakan Pramuka yang pelakunya adalah orang yang tidak mencintai gerakan Pramuka. Mereka oknum yang ingin membuat Gerakan Pramuka hilang dari negeri ini. Mereka tidak pernah mendapatkan pelajaran yang berharga dari setiap kegiatan kepramukaan. Inilah salah satu tantangan bagi para petinggi kepramukaan (dari tingkat ranting hingga nasional), tantangan bagi para pecinta Pramuka, orang-orang yang pernah merasakan nikmatnya bergabung di Pramuka, dan bahkan bagi setiap orang. Semoga ke depan tak ada lagi kejadian yang mencoreng nama baik Pramuka.

Teman-teman seperjuangan saya di Pramuka, banyak yang sudah sukses. Ada yang sekarang menjadi Danton Paspampres, ada juga yang menjadi anggota TNI AL dan sekarang berdinas di Medan, ada juga yang menjadi polisi di Cilacap, dan masih banyak yang lainnya. Mereka semua sukses di bidangnya masing-masing. Entah ada hubungannya atau tidak antara kesuksesan mereka dengan kegiatan Pramuka, yang pasti mereka mendapatkan pelajaran disiplin sejak bergabung dengan kepramukaan dan sepengetahuan saya, semangat, kedisiplinan, kebersamaan, dan keceriaan Pramuka tetap terbawa sampai sekarang.

Ada banyak saat-saat indah yang pernah saya lalui saat mengikuti kegiatan kepramukaan. Banyak kenangan yang selalu manis bila diingat. Banyak pelajaran yang saya terima dari kepramukaan.

Agar jaya Indonesia

Indonesia tanah airku

Aku jadi pandumu


Tidak ada komentar: