Saat air mata membasahi relung jiwamu, nyanyikan lagu ini denganku. Akan slalu ada sudut hangat di hatiku, ku tahu begitu pula di hatimu
Semua itu terjadi begitu saja. Berawal dari kesenangan kita untuk kumpul-kumpul dan mengobrol tentang segala hal yang menurut kita menarik. Mulai dari mata kuliah yang terkadang membingungkan hingga besarnya ‘talas Bogor’. Hahahahahaha….. Seakan-akan baru kemarin kita melalui semuanya. Namun, tak terasa bahwa saat itu terjadi beberapa tahun yang lalu. Sekarang kita telah melangkah ke arah yang sudah ditentukan oleh-Nya.
Akan tetapi mengenang saat-saat kita kuliah dulu senantiasa membuat diri ini tersenyum akan tingkah laku kita. Tingkah laku yang terkadang membuat orang lain merasa risih dengan keberadaan kita di kampus. Namun, kita tetap menjadi kita. Tak merasa terganggu dengan tanggapan, tatapan, bahkan senyum sinis mereka. Mereka hanya tidak mengenal kita saja. Andai saja mereka mengenal kita lebih jauh, niscaya hal-hal seperti tadi tidak akan terjadi.
Satu hal yang kuingat pasti tentang awal kedekatan kita adalah saat kita bersepakat untuk memutar uang yang menganggur sehingga jumlah uang tadi menjadi lebih ‘gemuk’. Kita menyebutnya “Profit Oriented Project”. Akhirnya proyek itu menjadi kenyataan dengan jerih payah kita semua. Meskipun hasilnya tidak dekat dengan harapan, kita masih bisa tertawa bersama. Ya, kita tertawa karena masih bisa menikmati lezatnya nasi Padang dari keuntungan proyek tadi. Sungguh kejadian yang sangat emosional dan membekas dalam hatiku.
Waktu pun berlalu. Semakin banyak momen-momen yang kita lalui bersama, semakin dekatlah hubungan kita secara emosi. Sampai tak terasa bahwa akhir dari masa-masa kuliah telah tiba. Kita disibukkan dengan ujian akhir semester genap sekaligus semester terakhir dan juga bisa dikatakan sebagai ujian kelulusan kita. Setelah ujian selesai, kita ‘diganggu’ dengan pikiran tentang kelulusan. Apakah kita semua lulus ? Intensitas berkomunikasi dengan dosen menjadi lebih sering setelah ujian. Apalagi tujuannya selain menanyakan nilai ujian. Namun, semua dosen memberikan kepastian bahwa nilai kita semua aman. Huuuuffff, lega rasanya saat kita mengetahui hal ini. Kelegaan berubah menjadi kegembiraan yang luar biasa saat kita mengetahui bahwa kita LULUS semua. Alhamdulillah….
Setelah mengetahui kelulusan, kita pun dibuat berpikir mengenai penempatan kerja. Apakah kita akan ditempatkan di tempat terpencil ? Begitu banyak pilihan tempat kerja, kita pun dibuat kebingungan untuk memilihnya. Saat itu aku berharap, semoga kita masih bisa disatukan meski harus bekerja di tempat yang berbeda. Alhamdulillah, permintaan itu terwujud dengan bersatunya kita di dua tempat, Cimahi dan Jakarta.
Kini, kita telah menempuh jalan hidup yang skenarionya telah dituliskan oleh-Nya. Kedekatan kita pun tidak lantas menjadi renggang karena kesibukan kerja kita, malahan kurasakan semakin erat hubungan kita. Kita tetap berkumpul dan mengobrol tentang segalanya. Kita masih bisa menertawakan tingkah laku dan kegilaan kita di masa lalu maupun masa kini. Kita pun masih berbagi kesenangan dan ketidaksenangan bersama.
Semoga kebersamaan ini akan tetap terpelihara hingga keturunan kita mempunyai keturunan lagi. Semoga kebersamaan kita akan tetap terpelihara baik dan mendatangkan kebaikan bagi semuanya. Semoga…. ^_^


2 komentar:
mantaf bro....tulis cerita lagi dit....
panjang jon, males baca hehe
btw poto lo yang pertama eksotis!!!
Posting Komentar