Tampilkan postingan dengan label sepeda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepeda. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 November 2010

GOWES + JEPRET ARSITEKTUR JAKARTA

Teman, saya hanya ingin berbagi informasi kegiatan yang saya dapatkan dari milist.


Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta akan mengadakan acara Gowes + Jepret Arsitektur yang akan dilaksanakan pada 5 Dsember 2010, sebuah konsep acara yang mengkolaborasikan antara bersepeda, fotografi, dan arsitektur. Rute bersepeda untuk kegiatan ini adalah dari FX Senayan ke Kota Tua.

Biaya untuk kegiatan ini adalah Rp 100.000,00. Biaya itu termasuk t-shirt, makan siang, pendaftaran lomba foto, doorprize, dan juga donasi untuk membantu korban bencana di Wasior, Mentawai, dan Jogja.

Pembayaran dapat dilakukan dengan cara transfer ke:

  1. Bank Mandiri Cabang JDC nomor rekening 117-00-9000-6925 a.n. Ikatan Arsitek Indonesia
  2. Bank BCA Cabang Wisma Asia nomor rekening 0844-525-555 a.n. Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta

Fax bukti pembayaran dengan mencantumkan nama: 021-5304711

Sms bukti pembayaran via mobile/e-banking: 081514243711/mayalubis@ymail.com


Teman-teman, mau ngikut ???

Kamis, 11 November 2010

TANYA KENAPA


“Jon, kok gak beli motor aja ? Malah beli sepeda ?” Seorang teman pernah bertanya seperti itu pada saya.

“Karena saya menyukainya dan saya senang dengan pilihan saya ini.” Demikianlah jawaban saya atas pertanyaan teman tadi.

Membeli sepeda motor bukanlah hal yang sulit bagi saya. Namun, untuk saat ini saya tidak memerlukan kendaraan bermotor untuk aktivitas keseharian saya. Bagi saya, menggunakan sepeda itu sudah cukup.

Sudah banyak teman yang menanyakan alasan mengapa saya memilih bersepeda daripada naik sepeda motor. Jawabannya pun tetap sama dan Insyaallah akan tetap sama, bahwa saya menyukainya dan senang melakukannya.

Bagi saya, apabila kita sudah melakukan apa yang kita sukai, maka kita akan mendapatkan hasil yang nyaman di hati. Oleh karena itu, saya berani mengatakan “Lakukan apa yang kita cintai dengan penuh cinta” Insyaallah, kita tidak akan menyesal melakukannya (selama apa yang kita lakukan itu beraada di jalur kebaikan).

Jumat, 31 Juli 2009

Sasapedahan

Sepeda, sebuah alat transportasi yang lagi booming sekarang ini gara-gara isu global warming. Namun, sebenarnya naik daunnya sepeda mulai kelihatan saat timbul kemacetan di kota-kota besar, seperti Jakarta. Sepeda dijadikan alat transportasi 'penangkal' macet. Saat mobil-mobil terjebak kemacetan, sepeda bisa dengan santai meliuk-liuk di sela-sela mobil. Mungkin itu hanya sebagian kecil dari keuntungan bersepeda.

Saya punya banyak kenangan dengan sepeda ini. Momen yang paling saya ingat adalah saat pertama kali belajar naik sepeda. Ada sensasi luar biasa saat kaki ini bisa mengayuh pedal sepeda untuk pertama kali. Sebenarnya, saya dituntut keadaan untuk bisa bersepeda, dikarenakan jarak sekolah dengan rumah yang memang harus ditempuh dengan bersepeda. Dari keterpaksaan untuk belajar sepeda ini, akhirnya muncul kecintaan saya pada sepeda.

Berangkat ke sekolah dengan bersepeda merupakan kenangan tersendiri bagi saya. Banyak kisah yang saya temui selama berangkat ke sekolah dengan sepeda. Ada saja cerita-cerita seru yang terlontar dari teman-teman seperjalanan. Mulai dari cerita film sampai dengan soal ulangan yang bikin kepala puyeng.

Hal-hal seperti itu membuat saya kangen. Kangen dengan segala kisah yang terjadi selama perjalanan. Kangen dengan segala ilmu yang tertular selama mengayuh sepeda. Kangen juga dengan hijaunya sawah dan lalu lalang anak-anak yang berangkat sekolah, dan yang paling membuat saya kangen adalah segarnya udara yang masuk ke rongga dada saat bersepeda.

Uwmmm, mungkin sudah saatnya saya untuk kembali bersepeda. Bersepeda yang membuat tubuh berkeringat, membuat tubuh sehat, membuat udara menjadi lebih bersih, dan yang pasti lebih irit.

Sasapedahan yuuuk ?!